BERBAGI PENGALAMAN MENERBITKAN BUKU
BERBAGI PENGALAMANAN MENERBITKAN BUKU
EMI SUDARWATI. Alumni Jurusan Bahasa Daerah IKIP Negeri Surabaya tahun 1993 dan lulus tahun 1998. Mengajar di SMPN 1 Baureno ini sejak tahun 2005.
Disamping aktif mengajar, juga telah menulis dan menerbitkan beberapa karya sastra Jawa dan Sastra Indonesia. Editor lebih dari 250 buku karya siswa dan guru Indonesia.
Sebagai PJ Budaya Lingkungan dan Pembiasaan Sekolah, aktf sebagai pembina majalah siswa Bhakti sampai saat ini, Pengagas perpustakaan mini di kelas IXF, dan mengupayakan pengembangan diri Teater Bhakti. Pengurus MGMP Bahasa Jawa Kabupaten Bojonegoro ini juga sebagai salah Guru Ahli di Pusat Belajar Guru Kabupaten Bojonegoro.
Pada tahun 2013. Penulis bergabung dengan sebuah kelompok penulis di Bojonegoro. Namanya PSJB (Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro). Di sana penulis banyak berjumpa dan berkenalan dengan penulis-penulis senior. Seperti : JFX. Hoery (Padangan-Bojonegoro), Sunaryata Soemardjo (Ngimbang-Lamongan), Nono Warnono (Gajah Indah-Bojonegoro), Gampang Prawoto (Sumberrejo-Bojonegoro), Sri Setyo Rahayu (Surabaya), almarhum Anas AG (Pemred Radar Bojonegoro-waktu itu), dan masih banyak lagi yang lainnya.
Dari orang-orang hebat di dunia tulis-menulis itu, akhirnya penulis mendapatkan pencerahan. Bahwa karya siswa yang sudah terkumpul bisa diterbitkan dengan ISBN (Internsional Standart Book Nomber).
Penulis novel berjudul Ngilon (2014),
Pada awal tahun 2014 ini terbitlah Kumpulan Cerkak karya Emi Sudarwati dan Siswa SMPN 1 Baureno dengan judul buku LUNG.
Pada penghujung tahun 2014. Kembali bekerja sama dengan PSJB, penulis menerbitkan buku karya Emi Sudarwati dan Siswa SMPN 1 Baureno. Tidak berhenti sampai di situ. Karya-karya ini juga mendapat sambutan baik dari kepala sekolah, kepala dinas pendidikan, bahkan bupati Bojonegoro saat itu.
Sampai-sampai penulis dan siswa didatangi oleh salah satu wartawan radar Bojonegoro untuk wawancara. Alhasil, besuknya tayang di surat kabar harian radar Bojonegoro yang sangat terkenal itu. Dari sana, semua penasaran dengan buku karya siswa tersebut. Sehingga Toko Buku Nusantara Bojonegoro banyak diserbu pembeli buku. Semua ingin membaca dan belajar menulis, serta menerbitkan buku.
Buku karya Emi Sudarwati dan siswa SMPN 1 Baureno menjadi inspirasi bagi banyak sekolah. Bukan hanya di Bojonegoro, namun juga di Kabupaten lain. Sehingga sering diwawancara wartawan berbagai media, baik cetak maupun on line. Akhirnya bisa tampil di berbagai media tanpa harus membayar sepeserpun.
Pada tahun 2015 ini, penulis ditugaskan untuk mengikuti lomba inobel tingkat nasional. Awalnya ada rasa tidak percaya diri. Namun karena Bapak Edy Dwi Susanto selaku kepala sekolah waktu itu tidak henti memberikan semangat dan motivasi. Akhirnya penulis mengirimkan karya inovasi, meskipun dengan setengah hati.
Namun tidak disangka, ternyata dapat panggilan sebagai finalis inobelnas. Bersama 102 guru dari seluruh Indonesia, penulis diundang ke Jakarta untuk presentasi. Ternyata bukan hanya presentasi, tetapi ada ujian tulis juga. Seusai lomba, seluruh finalis diajak berwisata di Dufan. Meskipun belum mendapat juara, namun penulis sudah cukup bangga, bisa belajar bersama guru-guru hebat dari seluruh tanah air.
Di samping itu, penulis juga mendapat rekomemdasi dari PSJB untuk mengikuti sayembara di BBJT. PSJB adalah kepanjangan dari Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro. Sedangkan BBJT kepanjangan dari Balai Bahasa Jawa Timur. Lembaga tersebut, setiap tahun mengadakan sayembara, yaitu pemilihan sanggar sastra, karya sastra Indonesia, karya sastra Jawa, dan guru bahasa berdedikasi.
Puji sukur, penulis mendapat anugrah sebagai guru Bahasa Jawa Berdedikasi. Hal ini disebabkan karena sudah menerbitkan beberapa buku karya sastra siswa. Semua itu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk lebih berinovasi lagi. Dengan status baru ini, penulis merasa memiliki tanggung jawab moral, agar lebih giat menularkan virus literasi di manapun juga. Bukan hanya untuk siswa, namun juga untuk sesama guru. Bukan hanya di Bojonegoro saja, tetapi sampai ke luar daerah.
Pada tahin 2016, penulis ditugaskan mengikuti seleksi guru prestasi tingkat Kabupaten Bojonegoro. Sebenarnya saat itu sudah untuk yang ke dua kalinya. Karena banyak guru menolak mengikuti seleksi tersebut, akhirnya penulis ditugaskan lagi. Ternyata tidak sia-sia. Karena bisa menduduki juara ke tiga dari tiga puluhan peserta.
Pada tahun yang sama, penulis kembali mengirimkan karya inobel. Kali ini bukan atas inisiatif bapak kepala sekolah, tetapi keinginan penulis sendiri. Karena pengalaman tahun 2015 lalu begitu menginspirasi. Kali ini bukan karya baru. Namun karya lama yang diedit, dengan tambahan sesuai yang diberikan oleh dewan juri. Alhasil, mendapat juara 1 inobelnas kategori SORAK (Seni, Olah Raga, Agama, bimbingan Konseling dan Muatan Lokal).
Tidak lama seusai lomba, penulis mendapat panggilan untuk short Course di Negeri Belanda. Belajar sistem pendidikan di negri kaum penjajah yang super maju itu. Berkunjung ke dua universitas terbaik, yaitu Windesheim dan Leiden. Juga berkunjung ke sekolah-sekolah terbaik, yaitu Van Der Capellen dan lain-lain. Bukan hanya itu, semua peserta diajak berwisata ke Volendam, menyusuri Kanal Amsterdam dan mampir ke Brussel-Belgia.
Sepulang dari Belanda, masih juga mendapat panggilan workshop menulis jurnal di Kota Bali.
Lagi-lagi, di samping belajar juga bisa berwisaya keliling kota terindah di negeri ini. Kali ini, semua peserta mendapat materi merubah naskah inobel menjadi jurnal. Tentu ini bukan hal kecil, karena naskah tersebut akan dimuat dalam jurnal berkelas nasional. Nama jurnalnya adalah DEDAKTIKA.
Novel Kinanthi (2017),
Rona Hidup (2018),
Petualangan Siswa Indigo (2019),
Novel Sujud Sangisore Talang Mas, dan Kumpulan Esai Menulis dan Menerbitkan Buku untuk Keliling Nusantara dan Dunia (2019).
Bergabung dengan Persatuan Masyarakan Budaya Nasional Indonesia (PERMADANI). Pengelola TBM Kinathi ini juga pimpinan Grup Patungan Buku Inspiratif, yang sudah menerbitkan hampir 400 buku ber isbn.
Pada Tanggal 28 Oktober 2015, mendapat penghargaan dari Balai Bahasa Jawa Timur sebagai Guru Bahasa Jawa Kreatif. Pada tahun yang sama, juga mendapat penghargaan sebagai finalis Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional.
Pada tahun 2016, sebagai juara III Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten Bojonegoro. Pada tahun yang sama, juga sebagai juara I Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional, kategoro SORAK (Seni, Olah raga, Agama dan Muatan lokal, dan Bimbingan Konseling).
Prestasi ini yang mengantarnya berkunjung ke negeri Kincir Angin Belanda. Mempelajari sistem pendidikan yang ada di Universitas Windesheim dan Iclon Universitas Leiden. Juga berkunjung ke sekolah-sekolah terbaik di Hollan dan Nederlands.
Sesi tanya jawab
Pertanyaan pertama
Bagaimana awal mulanya ibu membuat buku ....apakah punya ide tersendiri atau Bagaimana?
Jeferson bandung Jawa barat
Jawaban
Baik Pak. Awal tahun 2013 saya sudah kepikiran ingin Menerbitkan Buku. Tapi belum tahu caranya. Untunglah akhir tahun 2013 dipertemukan dengan Kawan-kawan PSJB. Sehingga tahun 2014 terbit buku perdana bersama siswa. Karena saya tidak mau sukses sendirin. Saya ingin siswa desa pun bisa dikenal.
N
Pertanyaan kedua
Selamat malam Ibu
Perkenalkan saya ibu Aning S dari Pati ...gel 12
Saya masih terheran heran Bu...untuk buat pertanyaan ..Bu Emi hebat.
Untuk pengiriman naskah atau materi untuk dibukukan ...apakah harus sudah dalam keadaan siap cetak ? Apa yang layout pihak percetakan? Bagaimana untuk naskah yg dikirim hanya berupa karya saja..berapa beaya yg harus dibutuhkan? ( jika Caver dan layout bukan penulis)
Jawab
Senang berkenalan dengan Bu Aning. Naskah usahakan dikirim lengkap. Mulai judul, kata pengantar, daftar isi, isi buku,bdan biografi penulis.
Sedangkan edit, layout dan desaig kover akan dikerjakan TIM kami. Namun jika Bapak/Ibu berkenan membuat kover sendiri juga diperbolehkan. Tapi tidak akan mengurangi biaya ke penerbit.
Ukuran kertas sudah A5 ya. Jadi bisa langsung dihitung biayanya.
Adapun biaya penerbitan, tergantung jumlah halaman dan banyaknya cetak.
Catak minimal 10 eks.
Kalau jumlah halamannya 50-60 halaman, biayanya 480.000.
Sudah termasuk edit, lay out, desaig kover dan ISBN.
N
Pertanyaan ketiga
Ibu Emi Sudarwati yg hebat, saya salut, dan bangga terhadap Ibu
Saya Santi dari Jayapura
1. Untuk menerbitkan di Penerbit Majas, setelah dikirimkan naskah lengkap dan bukti yg, bagaimana dengan proses editor dan penerbitan ISBN nya
2. Apabila ternyata naskah kami ditolak , apakah ada pemberitahuan kepada kami?
Karena pernah penerbit lain ber bulan bulan tdk ada info kepada penulis ternyata naskah nya ditolak.
3. Beberapa kali saya ikut lomba TK nasional baik LKG ,inobel, MTMH atau lainnya, tetapi paling mentok di juara dua atau tiga. Dan belum pernah juara satu.
Bisa kah ibu berbagai trik agar menjadi sang juara. Sebagai motivasi kami semua.
Terimakasih
Jawab
Baik. Salam kenal Ibu Santi yang hebat.
1. Saya adalah salah satu editor di Penerbit Majas. Masih banyak juga editor lainnya. Termasuk Bu Hati dll. ISBN dll juga akan diurus tim kami.
2. Jika naskah ditolak, akan langsung saya kabari. Karena kami penerbit Indi, maka tidak banyak naskah yang ditolak.
Alasan ditolak: plagiat lebih dari 40%.
3. Keren Bu. Saya tidak ada trik khusus. Jangan mudah mengarah dan terus belajar dan perbaiki karya kita.
Tahun 2015 saya hanya finalis inobel. Lalu tahun 2016 saya perbaiki naskah yang sama. Tentu dengan mendengarkan kritik dan saran dari dewan juri. Saya sih tidak ambisi ingin juara 1. Tujuan saya ikut lomba hanya ingin belajar dari peserta lain. Karena mereka berasal dari daerah seluruh Indonesia. Mereka rata-rata terbaik dari daerah masing-masing.
N
Pertanyaan ke 4
ijin bertanya Ibu Emi..
1. jika kita menulis buku dengan menggunakan bahasa jawa, dialek yg dipakai dialek mana? apakah dialek di sktr kita? berhubung basa jawa itu bnyk dialeknya. atau ada standar tersendiri?
2. referensi yg dipakai apakah hrs referensi buku berbahasa jawa jg? atau bolehkan referensinya buku bhs ind ?
terima kasih..
dr Ika Fitriyati (Yogyakarta)
Jawaban
Salam kenal Ibu Ika. 1. Saya menulis menghunakan Bahasa Jawa baku untuk buku ajar/pelajaran. Sedang buku cerita atau puisi (Gurit) menggunakan Dialek Bojonegoro. Dialog di cerita bisa menggunakan Bahasa Indonesia maupun Bahasa Asing.
2. Referensi bisa gunakan Bahasa Jawa, Indonesia maupun Bahasa Asing.
N
Pertanyaan ke lima
Maaf bertanya, untuk PTK . Ini asli naskah PTK atau bgmn? Yg dikirim ke penerbit ? Hanifah gresik
Jawabannya
Malam Bu Hanifah.
Naskah PTK harus sudah dirubah sistematikanya seperti buku. Jadi ada beberapa yang boleh dihilangkan. Ada pula yang harus disederhanakan. Boleh 1 PTK atau lebih baik 1 buku terdiri dari kumpulan beberapa PTK.
Tapi kalau Ibu mau mengirim naskah asli juga boleh. Namun ada biaya tambahan 100.000. Karena tim akan memangkas sesuai kreteria kami.
N
Pertanyaan ke enam
Ijin Om Jay, mau tanya ibu narsum hbt bagaimn konsep dasar yg ibu berikn kpd ank2 agr ank2 kita senang dan mau menulis, hingga bisa Sasi Sabu?
Pak Nengah dari Bali
Jawaban ya
Baik. Selam kenal Bapak Nengah.
Sebelum mulai pelajaran, saya minta 1 siswa membaca cerita. Lalu yang lain mendengarkan. Setelah itu semua membuat ringkasan cerita. Kemudian secara acak mereka membaca ringkasan cerita di depan kelas. Lama-lama akan terbangun kultur membaca dan lalu menulis.
N
Pertanyaan ke tujuh
Selamat Malam BUNDA..ijin sy NI KETUT SUASTIWI .
GURU TK NEGERI DESA TUSAN. KLUNGKUNG BALI
BOLEHKAH MINTA NO WA BUNDA PEMATERI. KEBETULAN KAMI 1 ALMAMATER. SAYA PUNYA LAGU BERBAHASA DAERAH BALI TTG KROMO INGGIL.. PINGIN.. MEMBAWA LAGU SAYA MENJADI LAGU BERBHS DAERAH INGGIL SE NUSANTARA.
TEMA: ANGGOTA TUBUH. TERIMAKASIH
Siap Bu Ketut.
Nomer WA saya 0821-3220-6671
Jawabnnya
N
Pertanyaan ke delapan
Suryan - Bangka Barat
Saya agak tertarik dg nominal angka di penerbitan itu, apa dan bagaimana kelanjutan angka2 tesebut, termasuk jika ingin memperbanyak eksemplar buku tsb selain yg 10 td? Terimakasih
Termasuk utk format layout cetak
Jawabanya
Baik Pak Suryan.
Jika ingin cetak dengan jumlah banyak akan lebih murah.
Kalau mau cetak ulang juga bisa. Biayanya tentu selisih. Tapi maaf, saya tidak hafal. Harus lihat tabel.
N
Pertanyaan ke sembilan
Assalamualaikum wrwb
Ibu Emi yang luar biasa. Terima kasih telah berbagi pengalaman.
Perkenalkan saya Rasito, guru dari Banyumas.
Ibu, bagaimana cara Ibu membangkitkan minat siswa untuk menulis sehingga dapat menghasilkan Buku Bersama Siswa?
Terima kasih atas jawabannya.
Jawabanya
www Bu Rosita. Senang berkenalan dengan ibu.
Membaca dan menulis itu butuh latihan agar menjadi kebiasaan.
Jadi awalnya sedikit saya paksa anak untuk mendengarkan cerita dan menulis ringkasan cerita. Lalu membacakan di depan teman-temannya. Kalau tidak mendengarkan kan tidak dapat menulis ringkasan. Pasti malu lah pas ditunjuk untuk baca ringkasannya. Lama-lama menjadi kebiasaan.
N
Pertanyaan ke sepuluh
Assalamu'alaikum wr. Wb
Saya ibu Titin Sumartini dari Subang
Izin bertanya bu🙏
1.Apa tips ibu sehingga ibu mendapatkan inobel tingkat Nasional
2.Jika satu buku satu siswa, darimana sumber dana percetakannya, sedangkan mereka belum mampu mencari uang sendiri
Wassalamu'alaikum wr. Wb
Terimakasih🙏
Jawabanya
www, BuTitin.
1. Tidak ada tips khusus Bu. Saya jug tidak ada ambisi untuk juara 1. Niat awal saya hanya ingin belajar. Jika akhirnya juara, itu bonus dari Allah.
Jangan mudah menyerah ya. Semangat belajar dan terus berkarya.
2. Biaya penerbitan dari orang tua siswa.
Tapi kalau ada anak-anak yang kurang mampu. Tapi karyanya bagus, saya siap membiayai dengan uang pribadi.
N
Pertanyaan ke sebelas
Assalamuaikum saya
Husnul Hafifah dari Bondowoso.
Luar biasa sekali menyimak kisah bu umi sudarwati dalam menulis dan menerbitakan buku, serta aktivitasnya dalam menyebarkan inspirasi dan menggugah guru serta siswa dalam menulis. Dari karya buku yg ibu tulis saya mhn pencerahan tentang:
1.Perbedaan PTK dan Karya inobel .
2.Tantangan terbesar ibu dalam menggerakkan diri sendiri, guru lain dan siswa
Adakah tips khusus agar agar mereka mau bergerak
Trima kasih.
3. Ada karya ibu juga Haiku. Mhon pencerahannya ttg Haiku
Jawabannya
www Ibu Husnul Hafifah.
1. Karya inobel harus bersifat beda, baru atau pembaharuan. Sedangkan PTK boleh menguji coba karya orang lain di kelas kita.
2. Saya tidak pernah menganggap apapun sebagai tantangan. Mengalir saja seperti air. Agar mereka mau bergerak, kita harus memberi contoh. Jangan bicara kalau belum melakukan.
3. Haiku itu puisi pendek. Terdiri dari 3 baris. Strukturnya 5:7:5. Jadi baris pertama terdiri dari 5 suku kata. Baris ke 2 ada 7 suku kata. Dan baris ke 3 ada 5 suku kata. Haiku ini aslinya berasal dari Jepang.
N
Pertanyaan ke duabelas
Assalamualaikum,
Saya siti Nurbaya Az, SE
Karimun, Kepri.
Bu, untuk menerbitkan buku puisi harus berapa judul dan berapa halaman. Gelombang 12. Wassalam.
Jawabannya
www Ibu Siti Nurbaya.
Untuk buku puisi tidak ada batasan jumlah judul. Tapi untuk menjadi 1 buku ber ISBN minimal 50 halaman A5.
N
Pertanyaan ketiga belas
Assalamualaikum bunda Emi, saya ibu Lutfiyah, dari Mojokerto, Jatim, yg sy tanyakan :
1, buku Antologi yg semacam apk yg bisa utk penilaian PAK (kriterianya) ?!? ,
2, sy guru mapel bhs Indonesia di SMA , jk sy buat Antologi Puisi Solo, brp nilai/skor angka kreditnya ? dan hrs berapa halaman ?!?,
Terimakasih,
Wassalamualaikum, Wr Wb 🙏
Jawabannya
www Bu Lutfia.
1. Untuk PAK sebaiknya buku pelajaran atau buku ajar, diktat dll. Kreterianya bisa baca di buku 4. Maaf saya tidak hafal.
Sedangkan karya inovatif, bisa juga berupa buku puisi atau cerita inspiratif.
2. Untuk guru Bahasa kalau tidak salah nilainya 4. Maaf... Nanti coba buka lagi buku 4 ya. Pedoman PAK. Jumlah halaman, minimal 50. Agar bisa diajukan ISBN.
Maaf... ini ada wawasan dari tim penilai PAK.
Ada banyak alasan mengapa Buku dll tidak dinilai:
1. Bisa jadi Timnya yang salah memaknai sebuah bukti fisik untuk dikonvert menjadi nilai angka kredit karena multi tafsir atau dokumen salah kamar.
2. Bisa jadi ybs salah memasukkan bukti fisik (pengembangan diri, Seminar, KTI, penghargaan atau lainnya). Semisal: Narasumber/peserta pelatihan masuk katagori pengembangan diri. Untuk dapat nilai hrs sekurang_kurangnya melampirkan foto copy undangan, surat tugas, resum kegiatan/foto dokumentasi keg dan piagam dengan struktur program tidak kurang dari 30 jp yang dilegalisir atasan. Untuk Seminar hampir sama dengan perlakuan pelatihan, namun tanpa struktur materi maupun JP. (harus dimasukkan kolom seminar bukan pelatihan)
Karya tulis buku pelajaran, buku referensi pendidikan, jurnal ilmiah, buku terjemahan, buku karya inovatif, dll. Untuk dapat nilai harus ada surat keterangan penerbit, pengesahan atasan, pernyataan keaslian dr ybs, dan fisik buku ber ISBN.
Untuk kasus "piagam dari penerbit" diatas:
1. Jika piagam tanpa struktur materi sekurangnya 30 JP otomatis tidak bernilai/tertolak.
2. Jika dimasukkan penilaian seminar tdk pada tempatnya.
3. Masuk nilai penghargaan juga tidak relevan.
Menurut sy piagam dari penerbit tsb sebaiknya dijadikan pendukung untuk buku (buku pendidikan, karya inovatif dsb), yang diajukan nilai PAK beserta pengesahan atasan, pernyataan keaslian, fisik buku ber ISBN, dll.
Ngapunten, semoga ada manfaatnya.
N
Pertanyaan ke empat belas
Selamat Malam bu Emi.. Saya bu Agathe dari Kapuas Kalimantan Tengah.
Misalkan saya mau menulis buku LKS tuk siswa. Sumbernya dari berbagai buku yang ada, menyesuaikan dengan waktu, keadaan dan ketersediaan di lokal.
Apakah itu bisa jadi sebuah buku ?
Jawabannya
Malam Bu Agatha.
Kumpulan soal bisa saja menjadi buku. Cantumkan daftar pustaka, jika ibu mengutip dari berbagai sumber.
N
Pertanyaan ke limabelas
Malam ibu Emi. Bisakah ceritakan bu, isi dari buku LUNG yg ibu terbitkan bersama Siswa SMPN 1 Baureno? Saya penasaran bagaimana kombinasi duet antara Guru dan Siswa dalam menulis hingga menerbitkan buku? Bagaimana teknik pembagian naskahnya?
AAM NURHASANAH, LEBAK-BANTEN.
Jawabannya
Malam Bu Aam. Buku Lung berisi 23 cerita pendek. Saya hanya menulis 1 judul saja. Sedang yang 22 judul ditulis oleh siswa. Saya sudah lupa judul-judul nya. Itu sudah lama sekali. Harus buka-buka bukunya lagi kalau mau tahu isinya.
N
Pertanyaan ke enam belas
Apa kiat-kiat yang harus saya lakukan agar bisa merangkai kalimat, bu Emy? Saya sangat susah jika harus merangkai kalimat apalagi jika setiap kalimat itu mau dipadukan menjadi sebuah paragraf🥺
Dari: Marnawati, Tanah Bumbu-Kalsel
Jawabanya
Ok Bu Marwati.
Agar bisa merangkai kata dengan baik ada bebera langkah:
1. Baca
2. Baca
3. Baca
Jadi harus banyak membaca.
4. Tulis
5. Edit
Semua perlu pembiasaan. Karena menulis itu ketrampilan. Jadi bisa dipelajari dan dibiasakan. Bukan sulapan.
N
Pertanyaan ke tujuh belas
Perkenalkan saya bu sitti halimah dari kota jayapura.Gel. 12, Bu Emi super .....banyak banget bukunya, tiada hari tanpa menulis. Maaf bu Emi mau tanya,pernahkah ibu merasa jenuh untuk menulis,bagaimana cara mengatasinya
Jawabannya
Siap Bu Sitti.
Saya manusia biasa. Pasti punya rasa jenuh. Kalau sudah begitu, saya akan mencari hiburan. Bisa jalan-jalan atau makan-makan dengan keluarga.
Saya hanya menulis 10-20 menit saja setiap hari. Tidak terus-menerus. Tapi setiap hari. Baik di blog, laptop maupun HP.
N
Pertanyaan ke delapan belas
Suhaimi aceh ..
Luar biasa, semoga semangat dan ilmu ibi Emi dapat tertular kepada kami ini.
Mohon diberikan motivasi dan ceritakan kepada kami, tips yang membuat ibu bisa bersemangat begitu dalam menulis.
Bagaimana cara ibu mengatur waktu ( menejemen waktu) antra menulis dengan kegiatan lainnya.
Wassalam.
Terimakasih
Jawabanya
Malam ibu Suhaimi. Aamiin....
Agar motivasi kita selalu terbangun, tentukan alasan kita menulis. Kalau saya,. Menulis untuk mengukir sejarah sendiri. Semua karya pasti akan menemukan takdirnya.
Menulis tidak butuh waktu khusus. Saya hanya menulis 10-20 menit saja setiap harinya. Tapi harus rutin ya. Baik itu di blog pribadi, laptop, maupun HP.
Sedangkan waktu saya yang lain masih 23 jam lebih. Bisa lah melakukan apa saja.
N
Simpulan:
Buku adalah bukti sejarah. Merupakan catatan bahwa kita pernah hidup di dunia ini. Oleh karena itu, saya ingin mengabadikan setiap jengkal perjalanan menjadi sebuah buku. Setiap karya pasti akan menemukan takdirnya sendiri. Semoga buku sederhana ini mengispirasi banyak orang. Nuwun nuwun rahayu. Wassalamu'alaikum wr wb


Komentar
Posting Komentar